Selamat Datang Diblogger Mohammad Nasir

Jumat, 02 Desember 2011

VIDEO: NASA Deteksi Black Hole Sedot Bintang

VIVAnews - Salah satu peristiwa paling langka di alam semesta telah disaksikan oleh para ilmuwan untuk pertama kalinya. Dikutip dari Daily Mail, 2 Desember 2011, sebuah lubang hitam yang maha besar (super massive black hole) diketahui telah menelan sebuah bintang. Fenomena ini sendiri lazimnya terjadi setiap seratus juta tahun sekali di sebuah galaksi.
 
Seperti diketahui, sebagian besar galaksi memiliki lubang hitam besar yakni ruang yang menyedot segala sesuatu di dekatnya dengan gaya gravitasi yang sangat kuat.

Untuk pertamakalinya, para ilmuwan berkesempatan menjadi saksi mata fenomena tersebut setelah Swift, teleskop milik NASA mendeteksi sejumlah semburan sinar-X dari bidang tenang di langit.

Tim peneliti dari Universitas Pennsylvania State dan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts, mengatakan, semburan tersebut kemungkin besar merupakan sisa-sisa bintang yang tersedot ke dalam lubang hitam besar yang terletak di jarak 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi.

"Analisis kimia dari semburan cahaya ultraviolet menunjukkan hal tersebut datang dari materi yang tersedot ke lubang hitam berukuran satu juta kali ukuran matahari kita," kata David Burrows, astronom dari Universitas Pennsylvania State University.

Lubang hitam atau biasa disebut dengan black hole diyakini lebih kuat dibanding sebelumnya karena penambahan massa dari penyerapan bintang. Penyerapan tersebut membuat lubang hitam tumbuh lebih besar hingga menjadi super-massive black hole. Super-massive black hole dapat mencapai ukuran hingga miliaran massa matahari.

Sebagai perbandingan, planet bumi memiliki ukuran bumi 1/332.950 dari massa matahari. Video black hole tengah menghisap sebuah bintang yang ditangkap oleh satelit Swift milik NASA dapat disimak di tautan berikut.

Ketua PSSI Solo Usulkan Wim Diganti RD

VIVAnews - Ketua PSSI Solo, FX Hadi Rudyatmo mengusulkan agar pelatih timnas senior, Wim Rijsbergen dipecat dari jabatannya. Sebagai gantinya, Hadi pun mengusulkan nama Rahmad Darmawan.

Hadi mengatakan, usulan tersebut bukan tanpa alasan melainkan setelah melihat hasil laga yang dipimpin keduanya. Wim bersama timnas senior dan RD bersama tim nasional (timnas) U-23 serta hasil LA Galaxy vs Timnas Selection.

"Melihat hasil pertandingan kemarin lawan LA Galaxy, para pemain yang diasuh oleh RD nyatanya bisa mengimbanginya. Lagipula, gol LA Galaxy juga cuma untung-untungan, hasil dari bola mentah. Padahal mereka dilatih cuma beberapa hari, kan permainan dan karakternya kelihatan," ujar Hadi kepada VIVAnews.com, Jumat, 2 Desember 2011.

Melihat hasil ini, Hadi berpendapat kalau kepelatihan timnas sebaiknya diserahkan kepada RD saja. Dirinya menyayangkan PSSI yang memecat Alfred Riedl beberapa waktu lalu. Padahal Riedl merupakan pelatih yang berbakat dan memiliki karakter.

"Dari awal saya menyampaikan, kalau Pelatih dari Austria itu memang berbakat. Akhirnya kan, malah Riedl dipotong di tengah jalan. Para pemain pun harus adaptasi dengan Palatih baru. Kecuali kemarin kalau asistennya itu Rahmad Darmawan, hasil dari Pra-Piala Dunia akan berbeda, " ungkapnya.

"Sekarang Ketua Umum harus tegas, pecat Wim, selesai. Sekarang RD diangkat jadi Pelatih senior dan U-23. Kan sudah terbukti dari beberapa hasil pertandingan kemarin, " lanjut Hadi.


Laporan: Fajar Sodiq/Solo

Minggu, 07 November 2010

Lava Pijar Merapi Mengalir ke Tiga Arah

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Gunung Merapi masih meluncurkan guguran lava pijar dan awan panas ke tiga sisi lereng hingga Minggu (7/11/2010) pukul 16.15 WIB. Dari pengamatan visual yang diinformasikan melalui jaringan radio komunikasi, guguran lava pijar Merapi mengarah ke selatan, tenggara, serta barat daya.

"Kekuatannya sedang. Guguran menimbulkan suara gemuruh. Angin di atas bertiup ke timur laut," demikian laporan radiokom dari pantauan visual pos-pos warga di radius jangkauan pandang sisi selatan dan tenggara.

Sebelumnya, sekitar pukul 15.00 terpantau secara visual, terjadi semburan material vulkanik secara vertikal. Indikasi kuatnya energi Merapi yang masih tersimpan terdeteksi dari bunyi sinyal telemetri seismograf yang bisa dimonitor

Sedangkan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap menetapkan radius bahaya letusan Merapi masih 20 kilometer dari puncak Merapi.